Profile SMA Negeri 1 Bukittinggi

Pada postingan kali ini saya ingin menceritakan mengenai sekolah saya, yaitu SMA Negeri 1 Bukittinggi. Sekolah ini terletak di JL. SYEKH M DJAMIL DJAMBEK NO. 36 BUKITTINGGI.

 Sejarah Sekolah
SMA Negeri 1 Bukittinggi lahir dari pecahan SMA Negeri ABC Bukittinggi yang berlokasi di Birugo (SMA Negeri 2 Bukittinggi sekarang) pada tahun 1957. Pada awalnya SMA ini dikenal dengan SMA Negeri 1B dan pada tahun 1959 lokasinya dipindahkan ke lokasi yang ada sekarang yaitu jalan Syekh M Jamil Jambek No. 36 (Landbouw) Bukittinggi. Gedung induk SMA Negeri 1 Bukittinggi yang mulai dibangun tahun 1957 dan selesai tahun 1959 merupakan bantuan Pemerintah, mengingat Bukittinggi adalah pusat atau ibukota propinsi Sumatera Tengah.Sejak tahun 1958 lokasi sekolah tersebut dipindahkan ke jalan Syekh M. Jamil Jambek No. 36 (Lanbouw) Bukittinggi, dan bangunannya benar-benar siap untuk digunakan pada tahun 1959. Jadi hari lahirnya smansa landbouw tahun 1959.

Sejarah SMUN I Kota Bukittinggi, seperti tertuang dalam sejarah perkembangan SMAN I Bukittinggi, yang sebelumnya bernama SMA Negeri I Bukittinggi, yang ditulis pada masa kepemimpinan Kepala sekolah SMAN I Bukittinggi Azwar, diuraikan, bahwa pada awalnya, SMUN I Bukittinggi pada mulanya berasal dari SMA Negeri ABC, yang berpusat di Birugo, ( ketika itu masih bergabung dengan SMAN 2 dan SMAN 3 Bukittinggi) . SMA negeri ABC itu sendiri, sebetulnya telah berdiri sejak permulaan zaman kemerdekaan yang dirintis oleh Dr A Rusma. Pada saat agresi Belanda ke II, sekitar tahun 1949, SMA Negeri ABC Bukittinggi terpaksa dibubarkan, sebab pada saat itu sebagian guru dan siswanya terpaksa mengungsi ke daerah pedalaman. Namun demikian oleh pemerintahan pendudukan Belanda, di sekolah yang dibubarkan tersebut, dibenarkan pula mendirikan sekolah menengah, yang pada saat itu dipimpin oleh Bapak Jaka Dt Sati, dibantu beberapa orang guru yang saat itu kebetulan tidak ikut mengungsi. Setelah penyerahan kedaulatan terhadap negara Republik Indonesia, sejarah SMA Negeri ABC Bukittinggi, kembali berlanjut di bawah kepemimpinan Bapak A Manan St Penghulu. Dan guru-gurunya merupakan gabungan antara guru-guru yang berasal dari luar (pedalaman), dengan guru-guru yang menetap di Bukittinggi, atau guru-guru federal. Pada waktu itu dikenal adanya guru-guru republik dan guru-guru federal. Sedangkan murid-murid SMA Negeri ABC Bukittinggi umumnya berasal dari seluruh daerah yang ada di Sumatera Tengah. Sesudah kepemimpinan A Manan St Penghulu, terjadi beberapakali pertukaran pimpinan sekolah, diantaranya, M. Nazir St. Mudo, yang sebelumnya adalah mantan Direktur SMA Negeri B Jogjakarta, Pada masa kepemimpinannya perkembangan murid-murid SMA Negeri mulai mengalami peningkatan, dengan jumlah lokal seluruhnya 16 buah. Pada saat itu, bahkan banyak siswa tamatan SMP dari iseluruh Sumatera Tengah tidak dapat ditampung di SMA Negeri ABC Bukittinggi. Sesudah kepemimpinan M. Nazir St. Mudo, berturut-turut kepala sekolah dijabat oleh Sabirin St Rajo Ameh, Sesudah kepemimpinan Sabirin St Rajo Ameh, SMA Negeri ABC Bukittinggi, dibagi menjadi dua, yaitu SMA Negeri I B serta SMA Negeri II/AC, Bukittinggi. Dimana ketika itu SMA Negeri I B dipimpin oleh Bais St. Sinaro, sedangkan SMA Negeri II/AC, dipimpin oleh Adam Saleh. Letak SMA Negeri ABC Bukittinggi, pada mulanya seluruhnya dipusatkan di Birugo, yaitu bekas gedung sekolah raja serta sekolah prifaat yang ketika itu masih ditempati oleh SMA II dan SMA III Bukittinggi. Selanjutnya, pada tahun 1957, oleh pemerintah pusat Bukittinggi, didirikan sebuah bangunan baru, yang berlokasi di Lambau Bukittinggi. Dan, sekitar tahun 1959, seiring telah rampungnya bangunan baru tersebut, akhirnya SMA Negeri IB Bukittinggi berpindah lokasi ke Lambau, sedangkan SMA Negeri II AC, tetap menempati gedung lama di Kelurahan Birugo. Sesudah Bais St Sinaro, SMA Negeri IB Bukittinggi dipimpin oleh Nazir St Rajo Intan, dilanjutkan oleh Muharsono, serta Sunariaman Mustofa. Selanjutnya berturut-turut menjabat sebagai kepala sekolah IB Bukittinggi, yang belakangan berubah menjadi SMAN I Bukittinggi, yang selanjutnya berubah nama menjadi SMUN I Bukittinggi, diantaranya, Azwar, Drs Muhammad Nasir, Usman Luthan, Amir Umar Dt. Bungsu, Drs Rusdi Marah, Drs H Irman Zein, Drs Zulkifli Johneva, Drs Persalide serta terakhir dijabat oleh Drs.Taswar,SE,M.Pd.
Baik mungkin itu sejarah yang dapat saya ceritakan, kembali lagi ke cerita awal saya, saya akan menjelaskan mengenai sekolah saya ini, SMA 1 adalah salah satu sekolah terkenal di Bukittinggi, dan juga banyak mengukir prestasi baik di tingkat kota, provinsi dan juga nasonal. Mengenai sarana prasarana sma 1 ini terdiri dari : Labor Matematika, Labor Fisika, Labor biologi, Labor kimia, Labor bahasa, Labor komputer, Labor multimedia, Studio, Musholla, Lapangan olahraga. SMA Negeri 1 ini memiliki kurang lebih 100 orang guru dan juga perangkatnya, belum lagi muridnya yang berkisaran sekitar 3000 orang murid.

Mungkin itu saja yang dapat saya jelaskan tentang profil sekolah saya kepada kawan-kawan semua pada kesempatan kali ini.
0

Short Profile

Assalamualaikum Wr.Wb

Salam kenal kawan-kawan semua
Untuk awal blog ini saya ingin memperkenalkan diri,karena kata pepatah "tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta".. meski kawan semua gak pengen tau profile saya.

Nama saya Irvan Hidayat, bisa di panggil Irvan. Dilahirkan 16 tahun yang lalu di salah satu klinik bersalin di Bukittinggi, tepatnya tanggal 6 juni 1997. Saya merupakan anak paling bontot dalam keluarga. Saya punya satu kakak dan satu abang yang udah pada kuliah. Sekarang cuma saya saja yang belum kuliah karna saya masih bersekolah di SMA Negeri 1 Bukittinggi.Saya belajar di kelas XI IPA 3, dan mudah-mudahan satu setengah tahun lagi saya bisa lulus dari sekolah ini dengan nilai yang memuasakan, Aamiin.
Setelah tamat SMA saya ingin melanjutkan kuliah di ITB. Saya ingin mengambil jurusan elektro.

Kalau soal hobi, saya hobinya main musik ama main sepak bola.Saya suka main drum walau gak hebat-hebat banget. Kalau soal sepakbola, saya adalah salah satu fans dari club Inggris, Manchester United."Glory Glory United".

Oke, mungkin cukup segini aja untuk kali ini..
Wassalam
Back to Top